Jumat, 06 September 2013

Kisah Mengharukan, Tya Menjadi Pembantu Agar Bisa Kuliah




Indonesia adalah negara yang kaya, tapi sayang masih banyak sekali yang hidup di bawah garis kemiskinan dan tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan. Ada yang berakhir dengan bekerja karena tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, ada yang berusaha sekuat tenaga agar bisa menjadi sarjana. Salah satunya adalah Tya.
Gadis berkacamata ini lahir di keluarga yang sederhana. Ayah dan ibunya adalah pegawai di perkebunan kelapa sawit. Kehidupan keluarga Tya yang tidak berlebihan membuat Tya terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan ke universitas.
Tya tidak menyerah, dirinya ingin sekolah. Dengan berbekal kemampuannya mengurus rumah, selepas ujian nasional Tya menjadi pembantu rumah tangga di atasan tempat ayah ibunya bekerja. "Ayah tidak bisa bekerja lagi, beban hidupku semakin berat. Akhirnya aku menjadi pembantu dan menabung untuk membeli formulir SNMPTN" kenang Tya. Tya ingin bersekolah di universitas negeri dan memiliki pekerjaan yang lebih baik agar bisa membawa keluarganya menuju kehidupan yang lebih baik pula.
Sayang, Tya tidak diterima ketika tes SNMPTN. Tidak patah arang, Tya kemudian mencoba lewat jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) Universitas Jambi jurusan Agroteknologi. Lewat seleksi ini, Tya akhirnya berhasil lulus menjadi mahasiswa di sana. Gadis yang semasa sekolah SMA harus naik truk karena tidak mampu membayar kendaraan umum ini begitu bahagia, akhirnya cita-citanya untuk kuliah tercapai.


Karena prestasinya, Tya mendapat beasiswa dan bisa kuliah tanpa khawatir akan biaya yang harus dibayarkannya. Kini Tya sudah memasuki semester lima, dan berencana untuk segera menuntaskan kuliahnya dan bekerja. "Saya hingga hari ini tidak menyangka bahwa perjuangan dan jerih payah saya ternyata bisa membawa saya menjadi mahasiswa dan berpendidikan seperti teman-teman lainnya" ujar Tya lagi dengan suara penuh haru.
Lihatlah Tya, gadis ini sampai harus naik truk dan jadi PRT demi biaya sekolah. Sedangkan di luar sana, ada yang bunuh diri karena patah hati. Bila manusia mau untuk rajin bersyukur, sesungguhnya kehidupan akan terasa lebih bermakna dan akan jauh dari rasa putus asa.

0 komentar:

Posting Komentar